Tulisanku – Selain memperhatikan pertumbuhan fisik, melatih mental anak juga menjadi bagian penting dari tugas orang tua. Tujuannya agar bisa memiliki kepribadian yang kuat dan tangguh, sehingga lebih siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Melalui mental yang kuat, anak punya kemampuan tinggi untuk belajar dan mengembangkan diri. Bahkan ketika mendapatkan masalah, tidak akan mudah menyerah dan punya semangat juang yang besar untuk menyelesaikan.
Selain kemampuan mengatasi tantangan, anak dengan mental kuat memiliki beberapa ciri lain. Seperti sifat optimis, mandiri, punya empati tinggi, rasa percaya diri yang tinggi, dan mudah beradaptasi. Agar semua sifat tersebut bisa muncul, lakukan langkah-langkah penting berikut ini:
1. Memberi Dukungan Emosional

Ketika anak ingin menyampaikan suatu perasaan, dengarkan secara serius pembicaraan dia dan beri dukungan secara penuh. Menurut informasi dari caringforkids.cps.ca, orang tua tidak perlu menghakimi, mengkritik, apalagi memandang remeh perasaan anak.
Meski keluhannya terlihat sepele, tetap menjadi kewajiban bagi orang tua untuk menunjukan rasa sayang kepada anak. Misalnya dengan merangkul, memberi senyuman, hingga pujian. Sehingga anak merasakan adanya suasana aman dan nyaman dalam keluarga.
Baca juga: Cara Bijak Dampingi Anak Menghadapi Kegagalan
Baca juga: Generasi Alfa, Pengertian dan Yang Perlu Jadi Perhatian Orang Tua
2. Mengajak Belajar Mengatasi Stres

Selaku orang tua, jangan sungkan mengajak anak untuk belajar mencari sumber masalah yang mengakibatkan stres dan cara mengatasi tekanan mental. Contohnya, jika dia mempunyai hobi berenang, lakukan secara bersama-sama kegiatan tersebut sambil bermain.
Dengan adanya partisipasi dari orang tua, anak akan menjadi lebih mudah meningkatkan rasa percaya diri. Setelah itu sebagaimana rilis dari mhanational.org, dia tidak akan menemui kesulitan lagi saat belajar mandiri dan mengendalikan emosi.
3. Meningkatkan Kemandirian
Masih terkait dengan urusan kemandirian, ajak anak belajar mengambil keputusan dan inisiatif sendiri. Ini merupakan cara berikutnya untuk melatih mental anak agar punya kepribadian yang kuat dan tangguh.
Akan tetapi jangan sampai lupa, dalam hal ini orang tua tetap harus mengasih pendampingan agar keputusan yang dia ambil tidak ada mengandung kesalahan. Dari sini dia akan memahami mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh.
Baca juga: Cara Tepat Menjaga Kesehatan Psikologi Anak Agar Tidak Mudah Stres
Baca juga: Cara Memberi Penjelasan Pada Anak Ketika Mendapat Menstruasi Pertama
4. Mengajak Disiplin
Mengajak untuk selalu disiplin tak boleh terlupa, sehingga meskipun usianya masih dini namun sudah memiliki rasa tanggung jawab. Awali langkah ini dengan memberi tugas sesuai usianya, misalnya merapikan mainan, membereskan kamar tidur sendiri, dan sebagainya.
Melalui pembelajaran tersebut, anak bisa memahami bahwa dalam setiap kegiatan yang dia lakukan selalu ada konsekuensinya. Hanya saja perlu menjadi perhatian, jangan terlalu banyak memberi tugas kepadanya, agar tidak muncul perasaan tertekan.
5. Belajar Menerima Kegagalan dan Kesalahan
Sebagai langkah berikutnya, bantu anak untuk bisa menerima kegagalan atau kesalahan dengan tabah. Ajari dia untuk memandang bahwa peristiwa tersebut merupakan sebuah peluang untuk lebih giat belajar.
Selain itu beri keyakinan apabila kegagalan itu bukan merupakan akhir dari segalanya, sehingga tetap memiliki keyakinan diri yang tinggi. Dengan begitu, tidak akan muncul ketakutan untuk mengulang dan berusaha lagi ketika ada kesempatan.
6. Mengajak Bermain Dengan Teman Sebaya
Berinteraksi dan bersosialisasi adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi setiap anak. Maka dari itu, ajak dia berlatih melakukan kegiatan tersebut dengan teman sekolah atau tetangga sekitar yang usianya sebaya.
Makin sering berkumpul bersama dengan teman-teman sebaya, anak bisa memiliki kemampuan tinggi membangun komunikasi sosial dengan orang lain. Rasa empati juga ikut bertambah dan yang lebih penting lagi, dapat memahami kelebihan beserta kekurangan yang dia miliki.
Baca juga: Bunda, Lakukan Langkah Ini Agar Anak Jadi Suka Makan Buah dan Sayur
Baca juga: Menentukan Waktu Paling Tepat Untuk Memandikan Bayi
7. Mengutamakan Pendidikan Sambil Mengembangkan Bakat
Dengan adanya dukungan pendidikan yang baik, menjadi semakin mudah bagi orang tua untuk melatih mental anak. Bantu dia saat sedang belajar dan tanyakan kesulitan apa saja yang sering muncul dalam kegiatan tersebut, kemudian tanggulangi bersama-sama.
Selanjutkan jika punya bakat tertentu, kasih dorongan untuk mengembangkan keterampilannya dan jika ada waktu, lakukan bersama-sama kegiatan tersebut. Bukan tidak mungkin jika di masa mendatang, bakatnya itu menjadi sarana terbaik untuk menggapai kesuksesan.
8. Jangan Membandingkan Dengan Orang Lain
Jika ingin melatih mental anak secara yang lebih bijaksana, jangan sekali-sekali membandingkan dirinya dengan orang lain. Hindari kesalahan ini agar anak tidak kehilangan rasa percaya diri dan merasa ragu dengan kemampuannya.
Lebih baik fokus pada diri si anak sendiri, terutama terkait pencapaian maupun masalah yang sedang dia hadapi. Sehingga dia punya keyakinan bahwa dirinya punya banyak kelebihan meski di sisi lain juga memiliki kelemahan.
9. Menjadi Contoh yang Baik
Setiap orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anaknya, terutama dalam urusan kesehatan mental dan penanggulangan stres. Ketika muncul kesulitan dan tidak dapat mengatasi sendiri, beri keyakinan kepadanya bahwa dirinya mampu melakukan selama mau mencoba.
Misalnya dia punya keinginan membuat kandang hewan peliharaan sendiri, namun tidak paham caranya. Jangan memberi kemudahan dengan membeli dalam bentuk jadi, namun ajak dia untuk mencari metode terbaik, kemudian mencari bahan-bahannya dan langsung praktek.
Melatih mental anak itu butuh kesabaran, waktu dan yang paling utama adalah konsistensi. Apalagi setiap anak pasti punya sifat dan keunikan sendiri-sendiri yang berbeda. Maka dari itu penting bagi setiap orang tua untuk memahami kebutuhan mereka agar bisa membantu menjadi pribadi yang kuat dan tangguh dalam mengarungi kehidupan. (J-218)



Tinggalkan Balasan