Waktu baca : +/- 3 menit

Menjaga kesehatan psikologi anak itu merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua. Sama seperti orang dewasa, mereka juga mempunyai risiko terkena tekanan jiwa atau stres seperti orang dewasa. Apalagi mengingat bahwa sebagian besar anak belum mampu membuat keputusan sendiri atas apa yang sedang mereka hadapi dan jalani.

Setiap orang tua pasti merasa bangga memiliki anak berprestasi. Namun perlu disadari, setiap anak pasti punya kemampuan dan karakter yang berbeda-beda. Karena itu jika ingin mengasih pendidikan secara baik dan tepat, lakukan beberapa langkah penting berikut ini.

1. Jangan memberi target terlalu tinggi

menjaga kesehatan psikologi anak
Memberi kesempatan anak untuk bermain. Foto : maxpixel.net

Banyak orang tua yang ingin anaknya selalu meraih nilai tinggi dalam setiap pelajaran sekolah mereka. Untuk mencapai tujuan ini, tidak jarang orang tua memaksa anaknya untuk rajin belajar setiap hari. Bahkan yang lebih tragis, banyak anak yang kehilangan waktu untuk istirahat atau bermain.

Pemaksaan seperti ini justru akan memunculkan perasaan bosan dan jenuh. Akibatnya bukan nilai tinggi yang mereka raih, tapi sebaliknya justru sering rendah. Penyebabnya tentu saja karena jiwanya tertekan dan tidak punya kesempatan untuk menyenangkan diri sendiri.

Baca juga : 8 Hewan Peliharaan Ini Bisa Membantu Kalian Meredakan Stres

2. Menyesuaikan kemampuan

menjaga kesehatan psikologi anak
Memberi pendidikan sesuai kemampuan anak. Foto : pxfuel.com

Nilai rendah pada beberapa jenis mata pelajaran juga sering menimbulkan anggapan bahwa anak tersebut bodoh. Meski ada pelajaran tertentu yang nilainya sangat tinggi, tapi banyak orang tua yang lebih fokus pada mata pelajaran yang nilainya jelek.

Padahal dalam kondisi seperti ini, justru ada kemungkinan anak memiliki kelebihan dalam bidang tertentu meski juga punya kekurangan pada bidang lainnya. Karena itu, jangan memaksa anak untuk selalu mendapat nilai bagus pada semua pelajaran. Lebih baik dorong mereka agar mau belajar sesuai kemampuan dan keinginan mereka.

3. Selalu melakukan pembicaraan

menjaga kesehatan psikologi anak
Mengajak bicara sebelum membuat keputusan. Foto : flickr.com

Membujuk anak agar mau ikut bimbingan belajar di luar jam sekolah merupakan ide yang sangat bagus. Meski demikian orang tua harus tahu, tidak semua anak menyukai kegiatan ini. Jadi sebelum mendaftar, ada baiknya melakukan pembicaraan lebih dulu dengan mereka.

Jika pun tetap menginginkan si anak untuk ikut bimbingan belajar, pilih mata pelajaran kesukaan mereka. Jangan sebaliknya, memaksa mengikuti mata pelajaran yang justru kurang diminati karena akan membuat mereka semakin tidak suka dengan pelajaran tersebut. Apabila ini terjadi, nilainya justru bertambah hancur.

4. Jangan melakukan perbandingan

Tidak hanya orang dewasa saja, anak juga tidak suka jika ada yang membandingkan dirinya dengan orang lain. Apabila ada orang tua yang melakukan tindakan seperti ini, artinya secara tidak langsung membuat anaknya kehilangan rasa percaya diri. Mental anak akan jatuh sebelum melakukan suatu perbuatan.

Dalam jangka panjang, perbuatan ini juga bisa menimbulkan dampak lain yang lebih buruk. Misalnya jadi mudah minder, tidak memiliki keberanian, cepat putus asa dan lainnya. Apa pun keahlian yang mereka punyai, selama itu memiliki nilai positif harus mendapat pujian dan dorongan.

5. Membiarkan anak membuat keputusan sendiri

Merupakan hal yang wajar jika ada orang tua yang memiliki banyak keinginan tinggi terhadap anaknya. Tapi jangan terlalu berharap mereka bisa memenuhi semua ambisi tersebut. Sekali lagi, pemaksaan hanya akan menimbulkan kekecewaan saja bahkan bisa memunculkan dorongan untuk memberontak.

Jalan terbaiknya adalah, biarkan mereka menentukan dan membuat keputusan sendiri. Tugas terpenting orang tua adalah memberi bimbingan, arahan, pandangan, dorongan dan dukungan atas semua yang menjadi keinginan atau cita-cita anak.

Dengan cara seperti inilah orang tua bisa menjaga kesehatan psikologi anak agar jauh dari masalah gangguan jiwa. Sehingga mereka dapat tumbuh normal dan berhasil mencapai prestasi tertinggi tanpa harus kehilangan jati diri. (J-054)