Waktu baca : +/- 3 menit

Banyak orang tua yang merasa bingung ketika ingin memberi penjelasan kepada anak perempuannya ketika mendapat menstruasi pertama. Sehingga anak tersebut mencari informasi terkait apa yang dia alami dari sumber-sumber yang kurang jelas. Padahal hal ini bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal.

Agar terhindar dari dampak negatif tersebut, orang tua terutama bunda harus mampu menjalin hubungan komunikasi yang lebih akrab dengan buah hatinya. Apalagi dia sudah mulai menginjak usia remaja, sehingga memerlukan perhatian yang lebih tinggi dari orang terdekatnya.

Waktu terbaik untuk bicara

menstruasi pertama
Mengajak anak bicara tentang menstruasi. Ilustrasi : pxfuel.com

Bagi sebagian orang tua, bicara masalah pribadi termasuk menstruasi memang sering menimbulkan perasaan canggung Meski demikian bunda tetap harus menyadari jika sang buah hati sangat membutuhkan informasi dari sumber paling terpercaya.

Jadi bunda harus berusaha memberi pemahaman kepada anak ketika tubuhnya mulai mengalami perubahan. Bantu dia agar mengerti dan dapat membuat keputusan secara tepat terkait dengan apa yang sebentar lagi akan terjadi.

Bicara tentang menstruasi itu tidak harus menunggu saat anak mulai mendapat tamu bulanan saja. Awali percakapan sejak usia dini secara perlahan agar dapat memahami dan tidak merasa kaget ketika mengalami.

Misalnya saat menginjak usia 8 tahun, orang tua bisa mengasih penjelasan jika setiap bulan perempuan dewasa akan mengeluarkan darah yang namanya menstruasi. Selain itu beri pemahaman pula apabila keluarnya darah tersebut bukan karena luka, namun bersifat alami.

Setelah usianya bertambah, jangan ragu memperlihatkan pembalut dan kasih tahu fungsinya. Demikian pula cara pemakaiannya, beri penjelasan selengkap mungkin dan bisa menggunakan boneka atau media yang lain sebagai contohnya.

Tanda-tanda akan mendapat menstruasi

menstruasi pertama
Setiap gadis harus tahu kapan akan mendapat menstruasi. Ilustrasi : flickr.com

Setelah mendapat informasi tentang menstruasi, biasanya dalam benak si anak akan muncul berbagai pertanyaan. Salah satunya adalah mulai kapan dia akan mengalami hal tersebut.

Ketika mendapat pertanyaan seperti ini, jelaskan bahwa pada umumnya wanita akan mendapat menstruasi atau haid pertama saat masuk usia antara 10 hingga 15 tahun. Selain itu setiap gadis biasanya akan mulai mengalami haid sekitar 2 tahun sejak payudaranya mulai membesar.

Tanda lainnya berupa cairan keputihan atau lendir yang ketika keluar dapat diketahui dari celana dalam yang terasa basah. Jangan lupa, kasih informasi penting berikutnya, bahwa setiap perempuan memiliki jadwal haid yang berbeda-beda setiap bulan.

Masalah kehamilan

Penjelasan selanjutnya yang juga perlu disampaikan yaitu masalah kehamilan. Tetapi sebelum membicarakan hal ini, beri pemahaman lebih dulu penyebab dari menstruasi. Dalam sebuah fase atau proses perubahan hormon tubuh, ovarium akan memproduksi hormon tertentu yang disebut sebagai sel telur.

Proses ini butuh waktu sekitar satu bulan dan hormon tersebut akan menimbulkan tumpukan lapisan di rahim. Setelah itu apabila tidak terjadi pembuahan, sel telur akan rusak dan pecah. Rusak dan pecahnya sel telur inilah kemudian menjadi penyebab menstruasi.

Melalui penjelasan tersebut, kemungkinan besar anak bisa memahami jika kehamilan itu bisa terjadi meski belum pernah mengalami menstruasi. Akan tetapi apabila tidak mengerti, kasih ketegasan secara halus bahwa anak perempuan yang sudah mendapat menstruasi harus dapat menjaga diri dari terutama saat bergaul dengan teman pria.

Menyiapkan kebutuhan

Sebagian besar remaja merasa bingung ketika mendapat menstruasi namun masih di sekolah atau sedang tidak di rumah. Untuk itu bantu mereka menyiapkan pembalut, celana dalam bersih dan kantong khusus sendiri agar bisa lebih berjaga-jaga. Kasih tahu juga cara mengatasi kebocoran pembalut, menyimpan celana kotor dan lainnya.

Itulah sekiranya yang menjadi tugas orang tua untuk membantu anak perempuannya sehingga lebih siap menghadapi menstruasi pertama. Semoga bermanfaat. (J-045)