Waktu baca : +/- 9 menit

10. Bank HSBC Indonesia (1884)

perusahaan tertua di Indonesia
Bank HSBC Indonesia sempat tutup pada era Perang Dunia II. Foto: commons.wikimedia.org

Di Indonesia, Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC Bank) ternyata sudah ada sejak era penjajahan Belanda, tepatnya tahun 1884. Ketika baru pertamakali berdiri di Batavia (Jakarta), bank ini acap menjadi jujugan para pelaku usaha untuk memperoleh kredit. Terutama pebisnis gula, sangat senang berhubungan dengan lembaga keuangan ini.

Selain itu HSBC berhasil memperluas jangkauannya usai membuka cabang baru di Surabaya tahun 1896. Tapi sayangnya pada era Perang Dunia II harus menutup operasinya dan baru bisa kembali pada 1968. Kemudian pada tahun 2009, HSBC mengakuisisi Bank Ekonomi Raharja dengan tujuan memperluas jaringan bisnis perbankan di Indonesia.

11. Kimia Farma (1817)

perusahaan tertua di Indonesia
Kimia Farma merupakan perusahaan farmasi pertama di Indonesia. Foto: flickr.com

Selain jadi salah satu perusahaan tertua di Indonesia, Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan farmasi pertama di tanah air dan berdiri pertamakali pada tahun 1817. Namun ketika itu masih memakai nama panjang NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Sedangkan pendirinya, tak lain adalah pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1958, pemerintah Indonesia mengambil alih perusahaan ini dan menggabungkan dengan beberapa perusahaan farmasi lain dalam Perusahaan Negara Farmasi Bhineka Kimia Farma. Setelah itu pada 1971 ada perubahan status dari sebelumnya Perusahaan Negara (PN) jadi perusahaan persero dengan nama baru PT Kimia Farma.

Baca juga: 7 Langkah Cerdas dan Jitu Menghemat Biaya Renovasi Rumah

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Emas Sering Mendapat Julukan Sebagai Logam Mulia

12. Pos Indonesia (1746)

perusahaan tertua di Indonesia
Pendirian perusahaan pos bertujuan untuk melancarkan perdagangan. Foto: commons.wikimedia.org

Masuk pertengahan abad XVIII, arus perniagaan di Hindia Belanda mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan ini memunculkan dorongan bagi Gubernur Jenderal VOC, Gustaaf Willem Baron van Imhoff untuk mendirikan perusahaan pos. Melalui langkah ini, dia berharapĀ  kegiatan dagang di wilayah kekuasaannya bisa berjalan lebih lancar.

Gagasan ini kemudian terwujud pada 26 Agustus 1746 melalui pendirian kantor pos di Batavia. Di masa penjajahan tersebut, terjadi dua kali perubahan nama dari Posten Telegrafdients pada 1875 dan Union Postale Universelle pada 1877. Kemudian pada era kemerdekaan, setelah ada perubahan hingga beberapa kali, sejak tahun 1995 namanya menjadi PT Pos Indonesia.

Melalui tekad kuat beserta dedikasi para pemilik atau pengelolanya, semua perusahaan tertua di Indonesia tersebut dapat eksis sampai kini. Bahkan ada yang berhasil menorehkan sejumlah prestasi dan menjadi bagian pilar terpenting bagi pertumbuhan ekonomi di tanah air. (J-153)

Terima Kasih Telah Membagikan Artikel Ini: