7. Semen Padang (1910)

Pada tahun 1910, pemerintah Hindia Belanda memberi izin kepada perusahaan NV Nederland Indiche Portland Cement Maatschappij untuk mendirikan pabrik semen di Sumatera. Tak lama setelah beroperasi, perusahaan ini berhasil mendapat laba sebesar 2 juta gulden. Selain itu juga sukses memunculkan kawasan ekonomi baru di seputaran tempat berdirinya pabrik semen.
Paska kemerdekaan, salah satu perusahan tertua di Indoneisa tersebut berganti nama menjadi NV Padang Portland Cement Maatschappij. Kemudian pada tahun 1957 pemerintah melakukan nasionalisasi dan pada 1961 mengubah namanya lagi jadi Perusahaan Negara (PN) Semen Padang. Sedangkan untuk saat ini, nama resminya adalah PT Semen Padang.
8. Pegadaian (1901)

Tidak hanya di masa kini saja, pada zaman dulu sudah banyak masyarakat yang membutuhkan akses pendanaan tunai secara cepat. Berdasar alasan tersebut, pada 1901 pemerintah kolonial Belanda membuka pegadaian di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah itu pada tahun 1905 terbentuk Jawatan Pegadaian sebagai pusat pengelola semua pegadaian di Hindia Belanda.
Banyak dinamika yang terjadi di perusahaan tertua di Indonesia ini, baik dari zaman penjajahan hingga era kemerdekaan. Dalam perkembangannya, pada tahun 1990 terjadi perubahan status menjadi perusahaan perusahaan umum (perum). Terakhir pada 2011, berubah lagi jadi persero sekaligus menyandang status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca juga: Pengertian dan Manfaat Digital Marketing Untuk Kegiatan Bisnis
Baca juga: 8 Keahlian yang Perlu Kalian Miliki Jika Ingin Menjadi Orang Sukses dan Kaya
9. Bank Rakyat Indonesia (1895)

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempunyai kisah sejarah yang sangat unik. Lembaga keuangan ini berdiri atas prakarsa Raden Bei Aria Wirjaatmadja seorang patih asal Purwokerto. Pada tahun 1895 beliau mendirikan bank De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Indlandsche Hoffden dengan maksud membantu rakyat miskin, Sehingga mereka tidak terjerat lagi oleh hutang rentenir.
Di era penjajahan Jepang, lembaga keuangan ini mengalami perubahan nama jadi Bank Rakyat. Kemudian tak lama setelah Indonesia merdeka tepatnya tahun 1946 namanya berganti lagi jadi Bank Rakyat Indonesia atau BRI. Saat ini bank tersebut telah menjelma sebagai salah satu bank terbesar di tanah air dan sering menyalurkan kredit untuk pelaku UMKM.



Tinggalkan Balasan