4. Kopi Kapal Api (1927)

Kopi Kapal Api merupakan perusahaan kopi rintisan tiga imigran asal Tiongkok, Goe Soe Bin, Go Soe Loet, dan Go Bie Tjong. Sesudah tiba di Surabaya, pada tahun 1927 mereka mencari rezeki dengan jualan kopi bubuk secara keliling memakai sepeda onthel di Pelabuhan Tanjung Perak. Ketika itu ketiganya menggunakan merek dagang yang sama, Hap Hoo Tjan.
Usaha kecil-kecilan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PT Santos Jaya Abadi yang memproduksi Kopi Kapal Api. Penggunaan merek ini sendiri berasal dari para pelanggan kopi Hap Hoo Tjan yang sebagian besar adalah pelaut dan awak kapal. Sedangkan gambar kapal apinya merupakan simbol harapan atas semangat perjuangan dan kemajuan teknologi.
5. Jamu Jago (1918)

Pada tahun 1918, sepasang suami istri bernama Phoa Tjong Kwan atau T.K Suprana dan Tjia Kiat Nio membuka usaha peracikan jamu tradisional di Wonogiri, Jawa Tengah. Sebelumnya oleh masyarakat setempat, Tjia Kiat Nio acap mendapat julukan ‘Mak Jago’ karena sangat ahli di bidang pengolahan herbal. Atas dasar inilah usaha tersebut pakai merek dagang ‘Jamu Jago’.
Usai mengalami beragam rintangan, Jamu Jago berkembang sebagai salah satu produsen jamu tradisional terkemuka di Indonesia. Saat ini yang menjadi pengolanya adalah cicit atau generasi ke-4 pasangan Phoa Tjong Kwan atau T.K Suprana. Pangsa pasarnya tidak hanya dalam negeri saja, tapi sudah ekspor ke mancanegara.
Baca juga: 12 Tips Cerdas Memilih dan Mengembangkan Bisnis Franchise atau Waralaba
Baca juga: 5 Tips Jitu Menerapkan Teknik Digital Marketing Untuk Pebisnis Pemula
6. Rokok Sampoerna (1913)

Berdiri pertamakali pada tahun 1913, Sampoerna merupakan perusahaan rokok hasil rintisan Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Tiongkok. Sesudah menetap di Bojonegoro, Jawa Timur pada tahun 1898, dia memilih kata ‘Sampoerna’ yang memili arti kesempurnaan sebagai nama marga keluarga. Selain itu dia menggunakan nama lengkap Hanjaya Mandala Sampoerna.
Usai menikah pada 1912, Liem Seeng Tee memutuskan pindah ke Surabaya dan mendirikan perusahaan Handel Maastchapij Liem Seeng Tee. Perusahaan yang bergerak di bidang jual beli tembakau ini kemudian memproduksi rokok merek Dji Sam Soe pada tahun 1913. Kemudian setelah Perang Dunia II berkecamuk, berganti nama jadi PT Hanjaya Mandala (HM) Sampoerna.



Tinggalkan Balasan