Waktu baca : +/- 3 menit

TulisankuBicara tentang perawatan, mungkin banyak yang belum tahu bahwa menggunakan oli mobil listrik itu merupakan sebuah keharusan. Tidak sedikit yang beranggapan, kendaraan ini tidak memakai mesin pembakaran internal sehingga tidak memerlukan pelumas.

Padahal, meski sebagian besar komponennya sangat berbeda dengan yang konvensional, mobil listrik tetap membutuhkan sistem pelumasan. Tetapi agak berbeda dengan kendaraan berbahan bakar solar atau bensin, pelumasan ini lebih tertuju pada sistem transmisi dan pendinginan.

Tanpa ada pelumas, gesekan yang terjadi antar mesin atau komponen dapat menciptakan panas yang berlebihan, sehingga menjadi kurang awet dan cepat aus. Jadi meski fungsinya tidak sama, tetap wajib hukumnya menyediakan oli bagi setiap pemilik mobil listrik.

Jenis-Jenis Oli Mobil Listrik

oli mobil listrik
Oli mobil listrik terdiri dari beberapa jenis. Foto: pexels.com

Menurut informasi dari wuling.id, oli untuk mobil listrik itu terdiri dari beberapa jenis dan penjabaran lengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Oli Gearbox

Meski pada umumnya mobil listrik hanya mempunyai satu percepatan saja, sistem transmisinya tetap memerlukan pelumasan. Kebutuhan ini harus terpenuhi melalui oli gearbox dengan tujuan untuk melancarkan sistem gerakan antar roda gigi sekaligus mengurangi resiko gerakan.

Apabila ingin mendapatkan dampak positif yang lebih optimal, pilih oli gearbox yang memiliki sifat lebih tahan panas. Selain itu kekentalannya harus sesuai dengan tipe atau karakter mobil listrik.

2. Oli Pendingin

Dalam perkembangan terkini, sudah ada beberapa mobil listrik dengan perlengkapan pendingin dalam bentuk cair berbasis oli. Fungsinya adalah untuk menjaga kestabilan suhu, terutama saat kendaraan tersebut membawa beban berat atau dengan suhu ekstrem.

Kinerjanya hampir sama dengan radiator untuk mobil konvensional, akan tetapi harus memakai oli cair khusus pendingin.

3. Oli Sistem Gardan

Walau terbilang sederhana, sistem gardan tetap memiliki manfaat tingi bagi beberapa tipe mobil listrik, terutama dari versi berpenggerak roda belakang dan semua roda. Agar distribusi tenaga bisa berjalan dengan efisien sekaligus mencegah aus, wajib pakai oli gardan.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Ban Mobil Listrik Dengan Ban Mobil Biasa

Baca juga: Mengetahui Fungsi Bushing Mobil dan Tanda-Tanda Mengalami Kerusakan

Perbedaan Penggunaan Oli Mobil Listrik dan Konvensional

Biaya perawatan yang lebih murah merupakan salah satu keuntungan terbesar dari penggunaan mobil listrik. Selain itu yang tak kalah penting, pemiliknya tidak perlu terlalu sering mengganti oli sebagaimana kendaraan konvensional.

Biasanya, pergantian oli mesin untuk mobil konvensional itu harus dilakukan pada setiap 5.000 – 10.000 km perjalanan. Akan tetapi untuk mobil yang menggunakan tenaga listrik, hanya perlu  melakukan pergantian setiap 40.000 – 100.000 km perjalanan, tergantung tipe dan merek.

Oli kendaraan listrik itu sama sekali tidak memiliki peran sebagai bagian dari sistem pembakaran. Sehingga penggunaannya bukan hanya bersih, tetapi juga cenderung lebih lama. Maka dari itu dari segi biaya, menjadi semakin hemat dan ekonomis.

Baca juga: 10 Sparepart Mobil Rusak Ini Bisa Diperbaiki Tanpa Perlu Ganti Yang Baru

Baca juga: 10 Mobil SUV Terbaik dan Sangat Favorit di Indonesia

Demikian ulasan singkat tentang jenis-jenis oli mobil listrik beserta penggunaanya. Semoga pengetahuan ini tidak hanya berguna bagi pemiliknya saja, namun juga siapa saja yang ingin melakukan transisi menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut. (J-220)

Terima Kasih Telah Membagikan Artikel Ini: