Tulisanku – Bukan hal yang aneh jika ada yang berpendapat adanya pengaruh China terhadap kekayaan budaya kuliner Indonesia. Apalagi sejak ratusan tahun lalu sudah banyak imigran dari negara tersebut yang datang ke Indonesia, selain bangsa India, Arab, dan Eropa khususnya Belanda.
Imigran China mulai masuk ke kepulauan nusantara sekitar abad VII pada masa pemerintahan Dinasti Tang. Setelah itu terus berlanjut dari satu generasi ke generasi lain.
Menurut laporan dari Detikfood.com, kedatangan mereka ikut memberi pengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan di tanah air. Demikian pula dalam budaya kuliner, banyak sekali makanan Indonesia yang berasal dari negeri tersebut. Bahkan saat ini telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara.
1. Bakso

Bakso adalah olahan tradisional dari daerah Fuzhou, Provinsi Fujian, China. Makanan berbentuk seperti bola-bola kecil ini sebenarnya dibuat dari cacahan daging babi.
Akan tetapi setelah sampai di Indonesia, sebagian besar masyarakat membuatnya dari daging sapi. Beberapa daerah yang terkenal dengan masakan bakso antara lain Malang, Wonogiri, dan Solo.
Baca juga: 9 Makanan Khas Imlek Ini Bisa Mendatangkan Keberuntungan
Baca juga: 6 Makanan Dengan Masa Kadaluarsa Pendek, Perhatikan Cara Menyimpan
2. Coto Makassar

Jangan pernah berpikir bahwa Coto Makassar itu merupakan masakan asli dari daerah Makassar. Nama asli dari makanan tradisional ini adalah sambal tauco dan para pedagang China adalah yang mulai mengenalkan pertama kali.
Hanya saja setelah sampai di Indonesia racikan bumbunya menyesuaikan dengan selera lokal dan namanya berubah menjadi Coto Makassar.
3. Cakwe

Berdasarkan informasi dari kumparan.com, penciptaan cakwe berasal dari kisah kematian seorang jenderal pada masa pemerintahan Dinasti Song di China pada abad XII. Rakyat yang sangat mencintai jenderal tersebut lalu membuat gorengan dengan bentuk seperti dua manusia.
Makanan ini lalu menjadi simbol dari protes atas hukuman mati yang dijatuhkan pada sang jenderal. Di Indonesia sendiri hampir semua daerah mengenal masakan ini meski dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya di Solo, terkenal sebagai janggelut yang mengandung arti orang sedang bergelut atau berkelahi.
Baca juga: Bunda, Lakukan Langkah Ini Agar Anak Jadi Suka Makan Buah dan Sayur
Baca juga: Jangan Bingung Lagi, Inilah Perbedaan Margarin dan Mentega
4. Bakpia
Selama ini banyak yang berpikir bahwa bakpia merupakan makanan khas Yogyakarta. Padahal dalam kenyataannya, kue ini memiliki nama asli tou luk pia dan berasal dari China.
Pada zaman dulu isian dari makanan ini adalah daging babi. Tapi setelah sampai di Indonesia, masyarakat mengganti dengan kacang hijau yang dihaluskan.
5. Bakcang
Di negeri asalnya China, bakcang hanya disajikan dalam festival Hari Bakcang. Tetapi di Indonesia, lebih sering dihidangkan dalam perayaan tahun baru Imlek.
Bakcang terbuat dari beras ketan dan berisi cacahan daging babi, ayam atau sapi. Cita rasanya hampir sama dengan lemper, namun dengan bentuk yang berbeda berupa segitiga kerucut.
Baca juga: Jangan Bingung, Inilah Perbedaan Margarin dan Mentega
Baca juga: Cara Mudah Menghilangkan Bau Durian di Tangan dan Mulut
Selain itu sebenarnya masih banyak makanan tradisional lain yang aslinya berasal dari China. Seperti mie, bakpao, onde-onde, lumpia, timlo, sapo tahu dan masih banyak lagi. Semuanya merupakan hasil akulturasi budaya dan telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia. (J-085)



Tinggalkan Balasan