Waktu baca : +/- 3 menit

Saat membuat desain kamar tidur, elemen yang biasanya selalu jadi perhatian utama yaitu dinding dan lantai. Padahal dalam kenyataannya, bagian terpenting yang memiliki pengaruh besar terhadap keindahan dan kenyamanan ruang tersebut adalah plafon.

Bahkan plafon juga mempunyai porsi visual paling tinggi karena arah pandang ketika sedang tidur lebih sering menghadap ke atas. Maka dari itu, plafon sebaiknya dibuat dengan tampilan semenarik mungkin dan inilah beberapa tips yang dapat diterapkan secara mudah.

Pemilihan bahan
Plafon kamar tidur
Sumber foto : pixahive.com

Sebelum membuat plafon, tentukan lebih dulu bahan atau material yang akan dipakai. Pada masa kini, yang paling populer adalah gypsum. Selain mudah dalam pembentukan, juga bisa menyesuaikan dengan konsep penataan ruang mulai dari gaya klasik hingga modern atau minimalis.

Tetapi sayangnya bahan ini mudah menyerap air. Jadi sebelum menggunakan pastikan  ruang tidur yang akan dipasangi plafon dengan bahan ini tidak lembab. Sehingga saat musim hujan, tidak mudah terkena resiko bocor.

Kemudian jika tidak suka gypsum, bisa memilih alternatif lain misalnya kayu. Kamar tidur yang interiornya menggunakan gaya natural dan industrial sangat cocok memilih kayu sebagai bahan pembuatan plafon. Agar awet dan tahan lama, pilih kayu kualitas tinggi seperti jati, merbau atau sungkai.

Selain itu GRC (glass reinforced concret) juga tidak kalah bagus untuk membuat plafon kamar tidur. Apalagi jika ruang tersebut menerapkan gaya minimalis. Sifatnya yang tahan air dan kuat menjadi kelebihan dari bahan ini. Hanya saja pemasangannya harus benar-benar presisi agar tidak mudah retak.

Baca juga : Cara Cerdas Membeli Rumah Melalui Pengembang

Menyesuaikan ukuran ruang
Plafon kamar tidur
Sumber foto : pixabay.com

Setelah memilih bahan dan material, langkah berikutnya adalah menyesuaikan ukuran ruang. Apabila kamar tidurnya hanya berukuran kecil saja, hindari detail yang terlalu banyak dan rumit. Jika nekat melakukan, akan terasa semakin sempit dan ramai.

Karena itu ruang tidur mungil lebih pantas memakai gaya desain minimalis, termasuk pada elemen plafon. Sedangkan ketinggiannya, minimal 2,4 meter. Sehingga suasana ruang akan terasa lebih longgar dan nyaman untuk tidur.

Sedangkan untuk kamar tidur yang besar dan luas, pilihan desainnya lebih banyak dan bervariasi. Tetapi jangan sampai lupa, ketinggiannya tidak boleh lebih dari 2,7 meter. Apalagi jika kamar tidurnya menggunakan AC. Plafon tinggi akan membuat penggunaan AC jadi boros. Selain itu, hasil desainnya terlihat kurang estestis.

Pemilihan warna
Plafon kamar tidur
Sumber foto : flickr.com

Sebenarnya, plafon kamar tidur bisa menggunakan sapuan warna apa saja sesuai selera. Tapi karena kamar tidur itu memiliki fungsi utama sebagai tempat istirahat, maka lebih sebaiknya memakai warna-warna lembut dan dapat menghadirkan suasana tenang. Contohnya antara lain coklat muda, krem, putih atau biru muda.

Selanjutnya sebagai tips tambahan, lengkapi kamar tidur dengan pencahayaan yang mencukupi tapi jangan terlalu terang. Selain itu pilih lampu yang sinarnya sejuk agar kegiatan tidur bisa semakin nyenyak dan lelap. (J-018)