Waktu baca : +/- 4 menit

Pemerintah, melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraft) telah memberi prioritas pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia. Alasannya adalah karena destinasi ini merupakan tempat terbaik untuk belajar berbagai macam budaya dan kearifan lokal. Selain itu yang tak kalah penting, punya peran besar dalam rangka memajukan ekonomi daerah.

Wisata desa merupakan sebuah kegiatan wisata dengan obyek utama berupa desa atau perkampungan. Sedangkan desa wisata adalah destinasi atau tempat yang jadi tujuan utama dari kegiatan liburan tersebut. Di Indonesia, hal seperti ini sedang menjadi tren dan banyak penggemar kegiatan wisata yang menyukainya.

Baca juga : Desa Wisata Terindah dan Tercantik di Indonesia

Kelebihan desa wisata
Desa Wisata
Desa wisata. Sumber : pxhere.com

Tujuan utama dari kegiatan wisata adalah mencari kesenangan. Karena itu saat belibur dan berwisata, setiap orang pasti akan berusaha mencari tempat atau atraksi yang bisa membuat dirinya merasa senang. Keputusan ini sering mendapat pengaruh dari selera dan keinginan.

Tetapi selain itu masih ada beberapa faktor lain yang ikut memberi pengaruh terhadap keputusan wisatawan untuk mendatangi suatu obyek wisata. Terkait dengan hal ini, mengunjungi suatu desa menjadi suatu kegiatan wisata yang punya banyak kelebihan.

1. Kemudahan akses

Bagi yang tinggal di daerah perkotaan, untuk datang ke sebuah desa wisata biasanya memang membutuhkan jarak tempuh yang cukup jauh. Meski demikian, hal ini bukan merupakan masalah besar karena destinasi ini biasanya mempunyai kemudahan dalam urusan akses. Mulai jalan yang mulus, transportasi dan sebagainya.

Apalagi untuk desa wisata dengan manajemen pengelolaan yang rapi dan profesional. Pasti tersedia transportasi menuju kawasan wisata tersebut, sehingga mudah dijangkau dari arah mana saja. Wisatawan tidak akan kesulitan meski tidak memiliki tranportasi pribadi.

2. Perjalanan yang sangat menyenangkan
Desa wisata
pemandangan alam. Sumber : pixabay.com

Semua pasti sependapat, jika perjalanan menuju desa wisata itu selalu menyenangkan. Di sepanjang jalan, wisatawan akan mendapatkan suguhan berupa pemandangan alam yang begitu menyejukan. Misalnya persawahan atau perkebunan hingga rumah warga yang tampilannya terlihat sangat unik dan khas.

Selain itu yang lebih menarik lagi, perjalanan selalu lancar karena lalu lintasnya tidak begitu ramai. Sangat sulit menjumpai hal seperti ini jika berwisata di daerah kota yang lalu lintasnya lebih sering padat dan ramai.

3. Biaya lebih murah

Biaya juga menjadi kelebihan utama dari kegiatan liburan di desa. Kebutuhan untuk menginap dan makan selalu lebih murah dan tidak akan menghabiskan isi dompet. Di obyek wisata ini, pasti selalu tersedia penginapan dengan tarif yang sangat terjangkau berupa homestay. Selain itu juga tersaji aneka kuliner tradisional dengan harga bersahabat.

Tempat belajar budaya dan mengenal kearifan lokal

Selain semua keunggulan dan kelebihan tersebut, desa wisata masih mempunyai daya pikat lain yang tidak kalah menarik yaitu nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Warga desa selalu memunculkan sikap ramah kepada pendatang. Mereka menyambut dengan gembira dan bersedia memberi bantuan secara tulus ketika ada yang membutuhkan.

Selanjutnya, obyek yang terletak di pedesaan selalu bersifat tidak instan. Artinya, destinasi tersebut muncul secara alami. Misalnya air terjun, sungai, gunung atau bukit, panorama alam hingga budaya sopan santun, saling menghormati dan suka menolong.

Desa wisata
Bergaul dengan penduduk lokal. Sumber : commons.wikimedia.org

Bahkan hingga masuk penginapan, tetap mendapatkan sensasi dan pengalaman yang mempesonakan hati. Ketika berlibur di daerah kota, biasanya hanya menginap di hotel saja yang lebih condong pada karakter individualis. Tetapi ketika berkunjung ke suatu desa, yang terjadi justru sebaliknya.

Di sini, wisatawan dapat menginap di rumah-rumah penduduk lokal setempat maupun homestay. Beda dengan hotel, setiap tamu justru akan memperoleh kesempatan saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan pemilik rumah atau homestay dan masyarakat sekitar maupun wisatawan lainnya, penuh nuansa persaudaraan.

Kemudian jika tertarik mempelajari hal-hal lain yang bersifat kedaerahan atau lokal, peluangnya selalu terbuka lebar. Misalnya belajar membatik, menenun kain, menari, memberi pakan ternak, membuat kerajinan tangan dengan cara tradisional dan masih banyak lagi.

Jadi jangan ragu lagi, segera berkunjung ke desa wisata ketika masa liburan tiba. Pasti akan menjadi suatu kegiatan yang tidak saja menyenangkan, tetapi juga membuat hati jadi riang dan tidak mungkin terlupakan seumur hidup. (J-014)