Waktu baca : +/- 4 menit

Beberapa waktu belakangan ini di Indonesia muncul kehebohan terkait adanya kasus kebocoran data pribadi milik masyarakat melalui jaringan internet. Meski sudah ada teknologi keamanan yang mumpuni, namun para hacker dan crackcer tidak pernah mau kalah. Mereka terus mengembangkan diri dan tetap mampu menjebol sistem pertahanan dan perlindungan tersebut.

Data pribadi merupakan aset atau harta yang begitu tinggi nilainya. Apabila ada yang berhasil mencuri, dapat diperjualbelikan dengan harga sangat mahal. Bahkan lebih dari itu, bisa pula digunakan untuk kepentingan lain yang sifatnya merugikan. Karena setiap orang harus tahu cara melindungi diri agar resiko seperti ini tidak terjadi lagi.

1. Mengaktifkan verifikasi dua langkah

Sebagai langkah awal aktifkan sistem two step verification atau verifikasi dua langkah. Tujuannya agar tidak ada orang lain yang dapat membuka akun yang bukan miliknya. Melalui langkah ini, akan terdapat notifikasi lanjutan dalam bentuk pin atau sandi yang harus dimasukan saat ingin membuka suatu akun.

Selama ini sudah banyak yang menerapkan sistem ini seperti perbankan, situs belanja online, media sosial dan sebagainya. Jika ingin mendapatkan keamanan yang semakin optimal, vertifikasi tersebut tidak melalui SMS namun memakai Autheticator App.

Baca juga : Inilah Manfaat Besar Google Authenticator

2. Mengganti password

Mengganti password secara berkala merupakan langah terbaik berikutnya untuk melindungi data pribadi dari kebocoran. Untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih sempurna, pakai kombinasi huruf besar atau kapital, huruf kecil dan angka serta simbol-simbol tertentu.

Selain itu pergantian ini sebaiknya tidak hanya dilakukan terhadap satu akun saja, melainkan semua akun dan lakukan minimal setiap dua atau tiga bulan sekali. Pencuri data, hacker dan cracker sering berusaha membobol akun-akun lain milik satu orang dengan cara mencocokan password dari semua akun tersebut.

3. Menggunakan password manager
ilustrasi : pexels.com
ilustrasi : pexels.com

Masih berhubungan dengan password, jangan menggunakan kata sandi yang sama untuk semua akun. Setiap akun sebaiknya memakai password yang berbeda, sehingga bisa membuat pencuri data makin kesulitan dalam melakukan aksi jahatnya.

Memang, penggunaan password yang berbeda-beda untuk setiap akun ini seringkali memunculkan kesulitan tersendiri. Banyak orang yang mudah lupa, apalagi jika punya lebih dari lima akun.

Untuk mengatasi masalah ini, pakai aplikasi khusus yaitu aplikasi password manager. Pemakaiannya tidak hanya bisa membantu untuk mengingat setiap password, namun juga bisa membuat rekomendasi kata sandi terbaik dan sangat aman dalam penggunaan. Tetapi jangan lupa, pilih aplikasi resmi dan legal. Meski berbayar, jaminan keamanannya juga jauh lebih bagus.

4. Jangan memberitahu data pribadi ke orang lain

Untuk langkah selanjutnya, jangan sekali-sekali memberi informasi pribadi apapun bentuknya pada orang lain termasuk teman sendiri. Segala bentuk pencurian data bisa datang dari mana saja. Mungkin orang lain tersebut tidak bermaksud jahat. Tetapi ada kemungkinan dia lalai dan tanpa menyadari menyebarkan ke pihak tidak bertanggung jawab.

5. Hindari penggunaan Wifi dan memasang program antivirus
Free Wifi
Ilustrasi : pexels.com

Meski sedang berada di suatu tempat yang menyediakan fasilitas Wifi seperti hotel, restoran dan sebagainya, jangan terlalu sering menggunakannya. Apalagi ketika ingin melakukan transaksi online seperti transfer dana, pembayaran tagihan dan kegiatan lain yang memerlukan password. Hal ini sangat berbahaya karena data pribadi jadi mudah tercuri.

Satu hal lagi, ketika menjalankan transaksi tersebut, pilih situs yang benar-benar legal dan terpercaya. Setiap perusahaan yang menyelenggarakan transaksi online biasanya memiliki website sendiri dengan sistem keamanan data yang lebih terjamin.

Memasang program antivirus juga menjadi hal yang sangat penting. Tujuannya untuk mengantisipasi munculnya malware dalam perangkat gadget. Bagi pihak pencuri data, malware merupakan salah satu jalan terbaik untuk membobol data pribadi.

Karena itu jangan pernah pula membuka pesan yang berisi link atau situs tidak jelas, apalagi jika tidak mengenal identitas pengirimnya. Sebagian besar dari pesan ini berisi ajakan untuk mendapatkan hadiah besar atau rayuan lain yang sifatnya menggiurkan. Kemudian usai membuka link dan situs tersebut, terbukalah celah bagi hacker untuk mencuri data.

Selanjutnya sebagai tips terakhir, jangan meminjamkan komputer, laptop dan gadget lainnya pada orang lain. Hampir semua orang selalu menyimpan data dan informasi pribadi dalam perangkat tersebut. Apabila ada orang lain yang ikut menggunakannya, pasti akan muncul kemungkinan terjadinya kebocoran data pribadi dan pembobolan. (J-012)