Waktu baca : +/- 4 menit

Salah satu cara paling jitu untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk kalian adalah dengan investasi. Tetapi sebelum melakukan langkah ini, harus tahu lebih dulu langkah jitu melakukan investasi. Tujuannya adalah kegiatan tersebut dapat terhindar dari risiko kerugian. Selain itu sebagaimana penjelasan dari berbagai sumber, nilai profit atau keuntungannya bisa lebih maksimal.

1. Belajar instrumen investasi

cara jitu melakukan investasi
Belajar investasi. Foto : pxhere.com

Instrumen investasi yang ada di Indonesia itu cukup banyak seperti deposito, obligasi, saham, reksa dana, emas dan sebagainya. Masing-masing memiliki tingkat risiko dan sistem kerja yang berbeda-beda. Pelajari semua sebelum menaruh dana di instrumen tersebut agar dapat memilih secara lebih tepat dan benar.

2. Menentukan tujuan investasi

cara jitu melakukan investasi
Menentukan tujuan investasi. Foto : maxpixel.net

Apa pun kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas, termasuk investasi. Misalnya jika punya keinginan membeli rumah, tentu saja dana investasi yang harus kalian siapkan lebih besar, minimal Rp 5 juta per bulan. Sehingga dalam jangka waktu 1 sampai 2 tahun sudah dapat digunakan untuk membayar uang muka atau DP.

Kemudian apabila tujuannya untuk pendidikan anak, sesuaikan saja dengan kebutuhan tersebut. Demikian pula dengan keinginan lain seperti membeli mobil baru, tabungan masa depan, wisata ke luar negeri dan sebagainya.

3. Mengetahui prinsip dasar investasi

cara jitu melakukan investasi
Mengetahui prinsip dasar investasi. Foto : pxfuel.com

Prinsip utama dari investasi adalah ‘keuntungan besar memiliki risiko kerugian yang besar pula’. Untuk itu, siapkan mental sebelum investasi agar tidak jatuh mental saat menghadapi situasi paling buruk. Apabila berani menanggung kerugian besar silakan saja investasi yang memiliki risiko tinggi karena nilai keuntungannya juga tidak kalah besar.

Baca juga : 5 Peluang Bisnis Terbaik dan Paling Tepat Dijalankan di Masa Pandemi Covid-19

4. Menentukan jangka waktu investasi

cara jitu melakukan investasi
Menentukan jangka waktu investasi. Foto : pixabay.com

Kalian juga harus tahu, investasi jangka pendek itu hanya dapat memberi keuntungan sedikit saja daripada investasi jangka panjang. Untuk itu apabila tujuannya merupakan bentuk dari persiapan masa depan atau tabungan, sebaiknya memilih investasi jangka panjang, paling sedikit 10 hingga 15 tahun. Tapi ingat pula, pilih pengelola resmi dan mendapat pengawasan dari pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga : 12 Tips Cerdas Memilih dan Mengembangkan Bisnis Franchise atau Waralaba

5. Selalu fokus pada tujuan investasi

Misalnya jika tujuan investasi kalian adalah untuk menyiapkan dana pendidikan anak, jaga terus tujuan tersebut. Jangan sampai terjadi, karena ada tawaran rumah dengan harga murah lalu muncul perubahan. Dampak dari kesalahan ini memang tidak akan terasa langsung.

Namun ketika buah hati mulai memasuki tahap pendidikan tinggi, barulah terasa jika kebutuhan dananya makin bertambah besar. Bisa saja rumah tersebut dijual, tapi akan muncul akibat lain yang lebih buruk. Kalian memerlukan dana yang jauh lebih tinggi untuk membeli rumah lagi.

6. Melakukan analisa

Obligasi, reksa dana, deposito dan emas menjadi pilihan investasi terbaik bila kalian merupakan investor yang kurang berani mengambil risiko tinggi. Sedangkan valuta asing dan saham adalah sarana investasi dengan risiko besar, namun mempunyai nilai profit yang sangat tinggi.

Melalui pengetahuan seperti ini, kalian jadi mudah melakukan analisa untuk memilih instrumen investasi berikut keuntungan beserta risikonya. Termasuk juga perhitungan kebutuhan modal untuk instrumen investasi emas, reksa dana, saham dan lainnya. Jadi jumlahnya tidak harus selalu sama.

7. Memilih beberapa instrumen sekaligus

Di dunia investasi, ada peribahasa ‘menaruh telur di banyak keranjang yang memiliki arti, jangan melakukan investasi dalam satu instrumen saja. Jadi sebaiknya memilih beberapa instrumen sekaligus.

Misalnya jika ingin investasi saham, taruh 35% dari modal yang tersedia untuk sektor manufaktur. Kemudian 25% untuk pertambangan dan 40% sektor properti. Selain itu, semua dana yang tersedia dapat kalian bagi lagi, seperti 25% untuk saham, 30% emas dan seterusnya.

Tujuan dari tindakan ini adalah untuk berjaga-jaga apabila ada salah satu instrumen yang mengalami kerugian, masih ada instrumen lain yang bisa mendatangkan laba. Dari sinilah risiko kerugian tersebut bisa diminimalkan.

Selanjutnya sebagai cara jitu melakukan investasi yang terakhir, jangan sekali-sekali berinvestasi dengan alasan untuk mengikuti tren saja. Pemikiran semacam ini dapat menimbulkan kerugian besar. Apalagi jika tidak disertai dengan pengetahuan yang mencukupi. (J-056)

Terima Kasih Telah Membagikan Artikel Ini: