Waktu baca : +/- 3 menit

Menghafalkan Al Qur’an merupakan salah satu pilar utama keimanan kepada Allah. Karena melalui Al Qur’an baik pikiran maupun tindakan akan terus ada dalam kebaikan. Sebuah hal yang sangat menyejukan hati saat menyaksikan anak-anak dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan lancar. Apalagi ketika mereka mampu menghafalkannya serta mempraktekkan semua ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika bayi masih berada dalam kandungan

Salah satu cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengajak anak-anak untuk cinta Al Qur’an. Hal bisa ditempuh melalui beberapa tahapan. Bahkan sebelum lahir, ajakan pada anak untuk mencintai Al Qur’an sudah bisa dilakukan.

Sebagaimana diketahui, meski masih dalam kandungan namun janin dalam perut sudah dapat ditumbuhkan tingkat kecerdasannya misalnya stimulasi dengan instrumen musik. Instrumen musik ini bisa diganti dengan bacaan Al Qur’an yang merupakan ciptaan Allah. Jadi tentu saja memiliki tingkat kesempurnaan paling tinggi dibanding dengan ciptaan manusia manapun.

Selain itu yang tidak kalah penting, calon ibu juga harus rajin menjalankan ibadah lain terutama sholat. Sapa calon bayi dengan kata-kata yang indah sehingga janin dalam perut akan berada dalam kondisi yang nyaman dan senang. Terutama ketika lantunan ayat suci Al Qur’an mulai dibacakan. Demikian pula dengan amalan-amalan lainnya, harus semakin diintensifkan.

Setelah bayi lahir

Begitu bayi sudah terlahirkan, kegiatan seperti ini tetap dijalankan dan bukan hanya bunda saja wajib melakukannya tapi juga sang ayah. Saat memasuki usia sekitar enam bulan, bayi sudah mulai belajar bermain, huruf-huruf hijaiyah sudah bisa dikenalkan.

Lalu ketika usianya memasuki hitungan tiga tahun, jika kegiatan ini rutin dilakukan biasanya anak sudah mulai mampu membaca Al Qur’an meski hanya sepenggal-sepenggal. Pada masa inilah pembelajaran untuk menghafalkan kitab suci tersebut bisa semakin ditingkatkan.

Baca juga : Menentukan Waktu Paling Tepat Untuk Memandikan Bayi

Memilih metode paling pas

Sebenarnya ada beberapa teknik yang dapat dipilih untuk mengajak anak agar mau mencintai serta menghafal Al Qur’an. Salah satu yang paling populer sekaligus paling mudah untuk dipraktekan yaitu menggunakan metode Iqra’.

Caranya, anak diberi bacaan surat-surat pendek setiap hari. Bahkan saat usianya belum genap tiga tahun, bacakan surat-surat tersebut dihadapannya pada setiap kesempatan. Misalnya ketika sedang makan, mau berangkat tidur dan sebagainya.

Sebelum menginjak usia tiga tahun, indra bayi yang paling kuat menerima rangsangan adalah indra pendengaran yang kemudian akan direkam dalam memorinya. Apabila setiap hari anak balita tersebut mendengarkan suara lantunan Al Qur’an, memori tersebut dengan mudah bisa muncul lagi pada usia selanjutnya.

Menjadikan akhirat sebagai orientasi utama

 

Membaca Al Qur'an
pexels.com

Setelah memasuki usia yang lebih dewasa, arahkan pandangan dia pada kehidupan di akhirat. Jadi dia akan lebih mementingkan jalan guna memperoleh kebahagiaan abadi di alam tersebut dibanding apa yang didapatkan di alam fana atau dunia.

Dari sini anak semakin mudah diajak untuk mempelajari dan menghafal Al Qur’an. Ini terjadi karena dia sangat yakin akan mendapatkan balasan berupa segala macam kenikmatan dari Allah. Kenikmatan ini bisa dirasakan baik ketika masih di dunia maupun setelah menjalani kehidupan abadi di alam akhirat nanti.

Selanjutnya beri pengetahuan tentang semua keindahan yang ada di dalam surga jika manusia dapat menjalani semua perintah dan menjauhi laranganNya. Kasih pula ajaran pada anak jika aturan-aturan tersebut termuat dalam Al Qur’an. Sehingga dorongan mereka untuk mendalami dan mempelajari semua ayat dan surat dalam Al Qur’an makin bertambah besar.

Dorongan inilah yang selanjutnya membuat mereka semakin mudah menghafal semua bacaan yang ada dalam kitab suci tersebut. Jadi bukan merupakan suatu yang mengherankan, meski masih dalam usia yang sangat belia mereka mampu membaca Al Qur’an dengan fasih dan menghafalkan semua surat yang ada di dalamnya di luar kepala. (J-003)