Waktu baca : +/- 3 menit

TulisankuPuasa sunnah sebelum Idul Adha merupakan amalan mulia dan memiliki nilai keutamaan tinggi. Bahkan dapat menjadi sarana menggugurkan dosa sekaligus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Jadi selain berkurban, usahakan untuk menjalankan ibadah tersebut agar senantiasa mendapat berkah yang melimpah. Apalagi Idul Adha adalah sebuah momen istimewa yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut Kalender Hijriah.

Berdasarkan penjelasan dari dompetdhuafa.org dan beberapa sumber lainnya, ada tiga puasa sunnah sebelum Idul Adha yang sangat bagus untuk dijalankan. Masing-masing punya jadwal pelaksanaan berbeda-beda dan berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Puasa Dzulhijjah

Ibadah Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Iringi puasa sunnah Dzulhijjah dengan amalan lain. Foto: flickr.com

Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama tujuh hari pertama atau dari tanggal 1 – 7 Dzulhijjah. Agar bisa mendapat pahala yang semakin berlipat, iringi dengan amalan lain seperti membaca Al-Qur’an, dzikir, sholawat, dan sedekah.

Tetapi jangan lupa, ketika masuk Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik dari 11 – 13 Dzulhijjah, haram hukumnya melakukan puasa. Pada hari tersebut justru ada anjuran menikmati hidangan dari hewan kurban dan silaturahmi dengan keluarga atau kerabat.

Baca juga: 10 Makanan Khas Idul Adha Paling Favorit di Indonesia

2. Puasa Tarwiyah

Puasa sunnah sebelum Idul Adha berikutnya adalah puasa Tarwiyah dengan waktu pelaksanaan setiap tanggal 8 Dzulhijjah. Keutamaannya antara lain, bisa memperoleh pahala puasa selama satu tahun penuh.

Sehingga sangat bagus untuk memotivasi diri agar semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri pada Illahi. Apalagi ibadah puasa bisa menjadi salah satu sarana terbaik untuk menahan nafsu dan berbagai keinginan buruk.

Baca juga: Inilah Para Orang Tua, 7 Cara Cerdas Mengajak dan Melatih Anak Puasa

3. Puasa Arafah

Selang satu hari usai puasa Tarwiyah atau 9 Dzulhijjah, ada puasa sunnah sebelum Idul Adha lain bernama puasa Arafah. Puasa ini tergolong sebagai sunnah muakkad atau sangat dianjurkan, terutama bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Nilai keutamaannya sangat tinggi karena bisa menghapus dosa-dosa setahun lalu dan setahun ke depan. Sehingga dapat menjadi kesempatan terbaik untuk membersihkan diri dari segala kesalahan.

Setelah melaksanakan semua puasa sunnah di atas, wajib hukumnya bagi yang mampu untuk menyembelih hewan kurban. Pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, setelah sholat ied hingga hari Tasyrik.

Ibadah ini mempunyai nilai ibadah yang sangat tinggi, sebagai bentuk syukur, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Pada sisi yang lain juga mengandung dimensi sosial, yakni berbagi daging kurban kepada fakir miskin dan membantu masyarakat kurang mampu.

Baca juga: Cara Memilih Hewan Kurban Menurut Syariat Islam

Semoga penjelasan tentang jenis-jenis ibadah puasa sunnah sebelum Idul Adha di atas bukan sekedar untuk menambah ilmu pengetahuan belaka. Tetapi dapat dilaksanakan sepenuh hati dengan niat yang tulus dan ikhlas. Aamiin. (J-205)

Terima Kasih Telah Membagikan Artikel Ini: